malam sebelumnya lagi, untuk para leader dan pembina bagian masing-masing sebenarnya sudah rapat. Tentunya dengan tujuan menghadapi kemarin malam. Hendri, ketua RISMA saat ini, memutuskan untuk menyuruh bagiannya untuk membuat program kerja. Tentunya untuk laporan ke pembina besoknya.
Dan akhirnya, kemarin malam, kita anak RISMA berkumpul. sekitar 20 orang. Pertama, gw pikir tugas leader tiap bagian untuk memberikan laporan. setelah pembukaan dan beberapa pembicaraan yang dimulai dengan ketua, tiba saat ketua mempertanyakan rencana program tiap bagian, dimulai dengan bidang pendidikan.
"Yak, bidang pendidikan, kira-kira apa aja program ke depannya."
Gw pikir, yang akan angkat bicara otomatis leader pendidikan, tapi, ternyata, Iip, yang harusnya setingkat dengan gw, pembina, malah yang bicara. Aduh, bagaimana ini, kok jadi berantakan begini? tugasnya gak jelas, masak yang bicara pembina?
Dari detik Iip angkat bicara, gw dah yakin, untuk bidang lainnya, yang akan angkat bicara juga pembinanya, dan itu termasuk gw sebagai pembina bidang sosial. Aduh, gw yang baru balik dan capek, gak kepikiran apa-apa, apa yang akan gw bicarakan?
yah, tapi gw wajar lah tau tugas bidang sosial, gw pun langsung ingin menyampaikannya. Dan tiba ssat gw bicara,
"Jadi gini, om" kata gw, dan saat itu gw bertatap muka dengan pembina.
Ingatan gw dengan pembina ini yang ketika bertemu jarang berbicara, jangankan jarang, bahkan bisa di bilang tidak pernah berbicara, membuat pikiran gw hampir blank. Itu mungkin gak terjadi kalau pembina itu gak pernah betemu dengan gw, tapi, dengan kondisi yang tadi gw bilang, bayangan dia sebelumnya agak mengganggu gw.
Akhirnya gw agak gugup menjawab. Gw merasa orang terbodoh di sana pada waktu itu. Yah, biarlah...
***
Pagi ini, dapet berita dari Prita kalau hasil ujian simak dipercepat. pukul 08.00 pagi database website universitas siap untuk diakses. Belum beruntung, kali ini gw gagal lagi.
Dari awal, gw memang gak terlalu yakin. seperti tahun lalu ketika gw ikut ujian ini dengan dasar pengetahuan dari SMK, hampir mustahil untuk bisa lolos pada waktu itu. Dan sekarang, ketika gw terlalu sibuk untuk urusan warnet, sekali lagi gw membuang kesempatan gw dalam meraih pendidikan akademik.
Tapi gw gak mau berhenti disini aja. Dari kemarin, gw sedang membaca manga death note, dan kemarin, gw tepat selesai membaca sampai chapter 95 dari 110 chapter. Dan hari ini, gw menamatkan semua itu. Walau gw agak kecewa dengan hasil itu, tapi dengan membaca ini, gw merasa tenang, dimana di bagian-bagian terakhir itulah masa crusial, saling beradu rencana. Dan gw, yang gw rasa belum merasakan apapun untuk masa depan gw, merasa gw masih harus berjuang, dan yang pasti,
Gw harus bikin rencana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar