Selasa, 13 Oktober 2009

Bachenk establishment

Secara gw kemaren sudah posting tentang organisasi-organisasi yang gw ikuti. so, bakal gw terusin nih. gw mulai aja dari bachenk, masih hangat soalnya.

Kembali ke 2 tahun yang lalu. sekolah gw cukup memprihatinkan pada waktu itu. Karena sekolah gw terbagi dua lokasi yang sangat jauh. Dan tempat gw saat itu adalah yang paling dekat dengan rumah.

Celakanya, terbagi duanya sekolah bukan karena sekolah gw makmur, sehingga berdomisili pada dua tempat berbeda, tapi karena sekolah yang gw tempati saat itu mendapat jatah sekolah bersama dalam satu tempat, bersama dengan SMP. Bahasa kasarnya "numpang" T.T. hal ini karena sekolah kami ingin membangun sekolah tetapi bisa dibilang "nekat" untuk menjalankan kegiatan belajar secara bersamaan.

dampak dari lokasi antar dua tempat yang saling berjauhan ini membuat banyak problematika. diantaranya, kami merasa "agak terlantar". sehingga kalau dibandingkan dengan sekolah lain, kami terbilang ketinggalan. seperti sepeda ngejar-ngejar motor. hal ini yang membuat kami menjadi berpikir lebih kritis, solid, dan sedikit "apatis" terhadap sekolah kami.

keadaan mulai berubah, lokasi sekolah yang jauh telah sebagian dibangun dan sudah bisa dipergunakan. akhirnya,pada saat ujian mid semester genap, kami dapat merasakan memiliki bangunan sekolah sendiri.

secara tidak sadar, kami menyadari, bahwa sekolah yang jauh akan membuat kami yang bertempat tinggal di sekitar sekolah awal pasti akan melewati jalan yang sama hampir kesemuanya, dan bukan tidak mungkin pasti bertemu di jalan.

pada hari pertama, memang masih agak terpencar, tapi sejak hari kedua,kami mulai pulang dan pergi bersama. Dan pada hari ketiga, akhirnya semua yang naik angkot berkumpul untuk pulang bersama. Gw tak ingat siapa yang memulai tapi ada ide untuk memberi nama kelompok ini. begini kurang lebih ceritanya.

karena pada hari kedua pindah ke lokasi baru saat ingin pulang ada sedikit obrolan mengenai ongkos dan pulang bareng. maka ada suatu bentuk pembicaraan yang keluar.

"Udah, ntar aja rame-rame, kemaren juga gw bisa sechenk(baca:seribu rupiah)"
"tapi gw buru buru nih, duluan deh"

besoknya pada hari ketiga, obrolan tentang ongkos "sechenk" keluar lagi. Adit, sang pelopor dalam grup ini ngoceh.

"hehehe, udah bareng aja semuanya biar bisa sechenk"

Abis itu, obrolan berkembang sampe nyampe suatu hal yang gw kurang mendengarkan, sepertinya bicara tentang sebuah nama, sampai kemudian adit yang sekali lagi suka berkicau aneh ngasih comment lagi.

"Oke, basis sechenk!" kata adit asal menyahut.

dan lalu gw timpali

"wah, keren tuh, basis sechenk. hehe... basis sechenk, boleh juga. basis sechenk ... disingkat baschenk. wah boleh tuh"

setelah panjang lebar ngomong ngalor ngidul, trus adit nyeletuk lagi.

"ayo basis sechenk, balik"

sampai akhirnya di depan jalan. memang, dari depan sekolah sampai depan jalan agak jauh, harus lewati jalan sepanjang lapangan sepak bola, lalu ditambah sekitar 30 meter sampai samping rumah sakit, lalu keluar di gerbang rumah sakit.

kembali lagi. di depan, kami pun mengobrol kembali. ada diskudi lagi tentang basis sechenk. dan obrolan ini akhirnya menanggapi singkatan untuk kata "basis sechenk itu. apakah "baschenk" atau "bachenk". Terjadi cukup lama sampai naik angkot.

akhirnya, lama kelamaan kata "bachenk" lebih sering dipakai dan menjadi lebih familiar di kalangan sekolah.

udah deh, sampe sini dulu, tahan dulu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar