Senin, 26 Oktober 2009

Nickname Evolution

Sunjani,
Orang ini gampang banget ngebayangin bentuknya... Mirip mastur tapi dari jawa. Nah bayangin dah tuh!!! Perawakannya kecil. Tipe orang yang nggak suka berpikir panjang. pakai celana sekolahnya pun model corong...

Kalo ga salah, He used to lived in java, dan saat masuk SMK ini baru dia pindah ke sini. Jadi, ya agak Ndeso. Kalo menurutku, yang masuk ke kepalanya dari pelajaran sekolah itu hampir mendekati nol. Lebih banyak bercanda kalo ada tugas, kaya ada bisul sebesar kacang sukro di pantatnya. Pindah ke sana, pindah sini, tergantung sinyal yang dikeluarkan teman yang ngerjain tugas, tinggal nyontek dah...

Kalo maen bola, memang lumayan jago, dengan badannya yang kecil, ukuran dia lumayan gesit. tapi, dia termasuk tipe maruk(serakah), kalo dibilangin(dinasehatin) ngeles.
"Tadi...bla bla bla..."
Alah, omong kosong. Memang dia orangnya maruk, begitu pikir gw.
Kelebihan dia, sebut saja tenaga dan staminanya, kuli sangat. Setahu gw, dia tuh kerja sambilan dengan keluarganya, Tukang pecel lele. Disuruh mengangkut yang berat-berat mungkin. Jadi lah, badan kecil dengan tenaga kuli.

Ada lagi yang kocak, nicknamenya... udah kebiasaan bermasyarakat kalau punya nickname masing-masing. Tapi yang ini cukup aneh. jadi begini...
Nama asli, cukup bagus, SUNJANI (pertama kali diabsen dikira guru orang india, plus di keningnya juga terdapat luka kecil). initially, mungkin karena mirip monyet (baca:sarimin), berubah jadi SUNDALIMIN. Terus, karena kepanjangan, jadinya cukup DALIMIN. I don't know why, terus berubah jadi DALIGOT. At last, berubah lagi jadi GLEBOT.

Such Weirdo nickname... Macam metamorphosis pula. Coba bayangkan, dari sunjani, jadi glebot, persis seperti kupu-kupu yang tidak mirip dengan ulat. Belum lagi, ada beberapa orang yang memanggilnya jawa atau jawir.

kalo di gambarin, mungkin seperti ini...

Hahaha... sangat parah sepertinya gw menggambarkannya. Sorry, jangan diambil hati...

Satu yang nggak gw suka dari sunjani, kalau membuat lelucon kadang ngeselin, ga tau barang milik siapa, sesuka hatinya dimainkan, tidak peduli barang itu nantinya rusak, asalkan bisa terlihat lucu oleh orang. Tidak bisa menghargai barang orang, ga tau dari mana penyakitnya ini. Kalau pulpen ma penggaris hilang(alat tulis yang dibawa orang sekelas paling cuma itu), dia ini yang patut jadi tersangka, kalo punya gw hilang, gw marah-marah dekat dia, biar ada timbul perasaan bersalah. bukan perasaan itu yang keluar, dia sepertinya biasa aja.

Satu kalimat dia yang aku paling tidak bisa terima, biasanya keluar kalau orang kurang ajar dengan dia, tapi kalau dia kurang ajar, tidak berpikir kalau kata-kata ini berbalik padanya.

"Buat apa disekolahin..." seperti orang benar aja lagaknya...

Do you know a story about greedy monkey? He put his hand into a bottle and take some nuts, his stuck in bottle neck when he pull it back. but, because his greedy, until the owner of that bottle, he has trapped in that situation and not refuse to take it out. at last, he was arrested and fall to a cage... Poor monkey...
Furthermore...!

Rabu, 21 Oktober 2009

Rigid Boy

Erika,
"..."
I can't figure him out... Dia bukan wanita, namanya saja yang seperti itu. Pribadi yang kaku, dengan kulitnya yang hitam dan bentuk muka kebanyakan orang jawa (kurang tahu jawa bagian mana), cukup mungkin membuat anak kecil menangis kalau melihat dia.

Dibalik tampangnya, gw yakin, jiwanya melancholis (suka lagu-lagu kangen band). Kalau tertawa aneh bukan main, masih tetap kaku. sering hal yang tidak lucu seperti lelucon baginya. kami pun sering menertawakan kelakuannya yang aneh.

Nggak jarang ada cekcok hanya karena sikapnya kakunya plus salah paham, gw pun salah satunya. Ditengah saling mengejek,nggak jarang dia kalap. makanya, banyak juga yang nggak suka dengannya. dia pun jarang mengobrol asyik dengan kami. kami sering menertawakannya karena kelakuannya, dan mengejeknya dengan meniru gerakan atau ucapannya pada saat dia berkelahi atau melakukan hal aneh. Satu hal yang aku kurang suka dari dia, kadang dia bangga telah menang berkelahi dan jeleknya akan merendahkan lawan berkelahi dia nantinya. banyak hal membuat kami jarang bicara dengannya. Bukan karena kami menjauhinya, memang dia yang kurang dekat dengan kami. Lebih asyik dengan beberapa teman yang memang agak kurang bercampur juga...

Dan juga, karena namanya yang mirip dengan banci pemilik salon di perempatan suatu universitas, ada beberapa yang memanggilnya Erika salon. hehe...

life is not like an egg in refrigerator. Small, fragile, and frozen. There are only two choices. be rotten or get out of there and can be used for anything else...
Furthermore...!

Sabtu, 17 Oktober 2009

Role of each member

Kalo cerita bachenk ga mungkin cerita tanpa tahu role-nya masing-masing. Karakteristik tiap orangnya memang bikin bachenk sangat menarik. kalo kata pak bondan, Maknyosss...

Sebenarnya males juga cerita orang yang satu ini, ga asyik aja. Ok, aku mulai dari orang pertama yaitu...

Rizky,
kalo mo nyontek, ni orang jadi target sasaran. anggote bachenk yang paling... Ah ga enak nyebutnya, ntar dibilang sombong lagi^^. yang paling rajin aja deh. Jadi nilainya dikasih bagus ma guru( padahal ujian praktek melas-melas ma caper dikit ma guru). cukup pinter matematika(kebanyakan ngitung utang kali...). kalo olahraga ga suka dapet nilai bagus, maklum badannya gemuk, tapi bisa dibilang lumayan kalo dalam permainan olahraga, sebut aja sepak bola (kayanya cuma bisa gelindingin bola aja'o'). trus, kalo ditanya yang laen, hmmm... apa ya? oh ya, dia juga bisa sedikit main basket dan bulutangkis. tapi sayangnya ga bisa renang. tapi kayanya dia mau kalo diajak ekskul panahan. Nggak bisa dibilang beginner kalo urusan maen kartu... hehe...

Kalo penampilannya sih kalo dibilang apa adanya(ada baju kakak pake aja). kadang make baju nggak matching, tapi tetap aja masa bodoh ma penampilannya. kadang so prinsipil, tapi kadang masih aja kebawa temen. udah bilang jangan bercanda, eh... dia sendiri yang bercanda.

Kadang susah diatur, disuruh malah menyuruh balik (bawaan darah padang, maunya ngatur), ga pernah pacaran(ga laku kali...^^), tapi ngakunya punya pendirian gitu(kaya lagu saykoji yang jomblo itu).

Di sekolah adem-adem aja(pohon kale), tapi merasa heran... why? 'coz kelas yang ada dia pasti dicap paling ribut oleh guru(*.*'). duh, kalo urusan ma guru, kelas yang ada dia pasti ada aja masalah

Ga suka sok tahu, kalo ditanya ga tau biasanya malah ketawa kalo ga diem aja...
paling ga suka kalo disalahin kalo bukan salahnya... pasti ngotot kalo masih disalahin...

Life just once, do whatever you want as long as it is a good things according to your heart and not prevented by religion.

kayanya udah deh, ga asyik ngomongin dia mulu... buat besok gw bakal ceritain anggota bachenk yang lain kayanya...
Furthermore...!

Selasa, 13 Oktober 2009

Bachenk establishment

Secara gw kemaren sudah posting tentang organisasi-organisasi yang gw ikuti. so, bakal gw terusin nih. gw mulai aja dari bachenk, masih hangat soalnya.

Kembali ke 2 tahun yang lalu. sekolah gw cukup memprihatinkan pada waktu itu. Karena sekolah gw terbagi dua lokasi yang sangat jauh. Dan tempat gw saat itu adalah yang paling dekat dengan rumah.

Celakanya, terbagi duanya sekolah bukan karena sekolah gw makmur, sehingga berdomisili pada dua tempat berbeda, tapi karena sekolah yang gw tempati saat itu mendapat jatah sekolah bersama dalam satu tempat, bersama dengan SMP. Bahasa kasarnya "numpang" T.T. hal ini karena sekolah kami ingin membangun sekolah tetapi bisa dibilang "nekat" untuk menjalankan kegiatan belajar secara bersamaan.

dampak dari lokasi antar dua tempat yang saling berjauhan ini membuat banyak problematika. diantaranya, kami merasa "agak terlantar". sehingga kalau dibandingkan dengan sekolah lain, kami terbilang ketinggalan. seperti sepeda ngejar-ngejar motor. hal ini yang membuat kami menjadi berpikir lebih kritis, solid, dan sedikit "apatis" terhadap sekolah kami.

keadaan mulai berubah, lokasi sekolah yang jauh telah sebagian dibangun dan sudah bisa dipergunakan. akhirnya,pada saat ujian mid semester genap, kami dapat merasakan memiliki bangunan sekolah sendiri.

secara tidak sadar, kami menyadari, bahwa sekolah yang jauh akan membuat kami yang bertempat tinggal di sekitar sekolah awal pasti akan melewati jalan yang sama hampir kesemuanya, dan bukan tidak mungkin pasti bertemu di jalan.

pada hari pertama, memang masih agak terpencar, tapi sejak hari kedua,kami mulai pulang dan pergi bersama. Dan pada hari ketiga, akhirnya semua yang naik angkot berkumpul untuk pulang bersama. Gw tak ingat siapa yang memulai tapi ada ide untuk memberi nama kelompok ini. begini kurang lebih ceritanya.

karena pada hari kedua pindah ke lokasi baru saat ingin pulang ada sedikit obrolan mengenai ongkos dan pulang bareng. maka ada suatu bentuk pembicaraan yang keluar.

"Udah, ntar aja rame-rame, kemaren juga gw bisa sechenk(baca:seribu rupiah)"
"tapi gw buru buru nih, duluan deh"

besoknya pada hari ketiga, obrolan tentang ongkos "sechenk" keluar lagi. Adit, sang pelopor dalam grup ini ngoceh.

"hehehe, udah bareng aja semuanya biar bisa sechenk"

Abis itu, obrolan berkembang sampe nyampe suatu hal yang gw kurang mendengarkan, sepertinya bicara tentang sebuah nama, sampai kemudian adit yang sekali lagi suka berkicau aneh ngasih comment lagi.

"Oke, basis sechenk!" kata adit asal menyahut.

dan lalu gw timpali

"wah, keren tuh, basis sechenk. hehe... basis sechenk, boleh juga. basis sechenk ... disingkat baschenk. wah boleh tuh"

setelah panjang lebar ngomong ngalor ngidul, trus adit nyeletuk lagi.

"ayo basis sechenk, balik"

sampai akhirnya di depan jalan. memang, dari depan sekolah sampai depan jalan agak jauh, harus lewati jalan sepanjang lapangan sepak bola, lalu ditambah sekitar 30 meter sampai samping rumah sakit, lalu keluar di gerbang rumah sakit.

kembali lagi. di depan, kami pun mengobrol kembali. ada diskudi lagi tentang basis sechenk. dan obrolan ini akhirnya menanggapi singkatan untuk kata "basis sechenk itu. apakah "baschenk" atau "bachenk". Terjadi cukup lama sampai naik angkot.

akhirnya, lama kelamaan kata "bachenk" lebih sering dipakai dan menjadi lebih familiar di kalangan sekolah.

udah deh, sampe sini dulu, tahan dulu...
Furthermore...!

Jumat, 09 Oktober 2009

Risma dan Bachenk

Trims buat blogger.com dah nyediain tempat buat gw meng-eksplor pikiran gw...

Ok, gw mulai saja ceritanya...

saat ini, gw ikut dua organisasi, yang satu di rumah, satu lagi di sekolah. organisasi itu adalah...


Risma,
Organisasi yang satu ini paling enjoy rasanya... the one and only deh... organisasi ini adalah kumpulan dari remaja masjid, jadi setiap kegiatannya berhubungan dengan masjid, apalagi saat bulan ramadhan, pasti ada aja kejadian seru. terus yang satu lagi itu...

bachenk,
kumpulan dari temen seangkot yang punya tekad bikin organisasi, terbentuknya pun nggak sengaja, hanya karena obrolan-obrolan di angkot yang akhirnya menjadi lebih serius. sampai saat ini udah membentuk beberapa cabang, walau ada (bukan ada lagi, banyak malah) terkesan main-main, tapi memang begitulah kami. empat cabang bachenk itu ada forklip, grindtool, simpax, dan futsal bachenk.

cerita lengkapnya postingan berikutnya aja dah...
Furthermore...!

Selasa, 06 Oktober 2009

flash back

"Ckiiiit..."
"Woi, turun woi"
"Eh, ada guru, bego"
"Buruan"
"Eh,,, Eh,,, tas gw nyangkut benga"
"Eh, jangan dorong donk lu..."
"anjrit, sial"
"Lo, kok pada ngumpet di belakang angkot...? sini, sini,maju ke depan."

beberapa tahun sebelumnya...
"lu lewat sini aja! bareng sama gw, gw takut niih..."
"that's enough for this time, balik yuk."
"jadi begini..."
"kalo bisa, semua pake celana abu-abu aja. biar tau, kalo kita itu diatas mereka."

sebelumnya lagi...
"Dihh, biarin, dia mah ngedip keren ga kaya lu"
"Mu, ayo muuu... maen PS di rumah lu"
"Ru, ambil galah, bego, Ru.... Kita ambil kelapa"
"Dit, itu, bocah pada mancing di rumah Edo..."
"donk, sabtu gw duduk ma lu ya...!"
"iyah... asyik... loh,, loh,, ko belok bang... baru naek"
"Besok jangan baca komik lagi ya, waktu pelajaran ibu,,, nih, komiknya ibu kembalikan, dan ini hasil pra UN kamu, kamu yang terbaik di kelas ibu"
"hakikat geografi..."
"babeh, sehat beh...?"

masih sebelumnya lagi...
"makasih ya,bu... Ckiiit..brakk..Aduuuuuh"
"aduh ki, kok masih disini, teman-temanmu dah berangkat tuh"
"Siap, berdoa, Wal Ashri..."
"mi,fa,sol,mi..."
"siapa yang bisa nunjukin bapak, bagaimana menjumlahkan setengah dengan setengah!?"

And all began from here... Born as an ordinary boy, let the time passes, like the wind blows.
Ah, I forget an important thing... give this tale a title...
let me choose...
"all about me" oh, no...
"my life" next...
"journey to the west" what is that? you think I'm a monkey king.
ah, i get a good title... not vulgar, but, may be it'd tell the main of this story entirely...
"Between Space and Time" haha... perfect enough.

udah ah inggris-inggrisannya... jujur, kurang jago... hehe^^. tapi, dikit lagi dah...

---CHECK THEM OUT---
Furthermore...!