Kamis, 29 April 2010

Mie kemarin malam dan Night Prince chapter 03

Kemarin malam, saat gw pulang, gak ada makanan di meja. Gak terlalu lapar sih, tapi kalau gak makan, entar malam bisa laper dan agak susah tidur. Satu yang gak terlalu mengenyangkan tapi cukup lah, dan yang penting instan, apa lagi kalau bukan mie.

Gw langsung buka lemari buat mencari mie. Pas masak, tepat setelah gw masukin telur, apinya mati, running out of gas. Otomatis, bingung donk gw. Gak ada gas cadangan. masak gw mau makan mie setengah matang. T.T

Tanggung, gw angkat aja pancinya. Gw keluar rumah, tujuan gw ke tetangga sebelah gw.

"Ni, ada gas? numpang masak donk bentar..." tanya gw.

Ni Ria, tetangga gw yang juga orang padang, senyum-senyum ngeliat gw dateng bawa panci.

"Lagi masak mie, terus mati" terang gw.

"masih setengah mateng ya?!"

"he'eh"

Akhirnya, gw numpang masak bentar disana. Saat masak, yang ada di pikiran gw waktu itu adalah merasa beruntung. Untung gw tinggal di kampung, senangnya tinggal di kampung, susah pun bisa minta bantu tetangga, dekat dan praktis. Gak yakin gw kalau tinggal di komplek, gengsi, jaim, dan sebagainya bisa aja menghalangi hal seperti ini.

Hari ini kepikiran untuk menyelesaikan chapter 3 dari night prince yang gw bikin cerita itu. Dari kemarin malam kepikiran. banyak banget yang ada di pikiran gw. Jadi, kali ini satu chapter saja cukup panjang. Masalahnya, gw membuatnya dari tahap menulis di kertas dulu, baru mengetik. menulisnya sambil berpikir aja sudah dari semalam. Dan mengetiknya hampir 1 jam T.T. tapi sekali lagi, gw puas :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar