"De, itu yang maen siapa?"
"Dede" kata gw.
Mendengar itu, kakak gw langsung gw langsung geleng-geleng. masalahnya, yang main itu anak kecil, yang ngajarin gw main PB. Setelah anak kecil pergi, gw diomelin. So what?
OK, memang yang main itu anak kecil, tapi memainkan ID Point Blank gw. dan ada beberapa alasan gw membiarkan mereka main.
Pertama, anak-anak itu baru pertama kali main di warnet gw. Wajar donk gw berusaha deket untuk mencari informasi. Dari situ gw putusin untuk buat ID PB. Game yang sebenernya gw juga males maennya. Jadi untuk sekali ini aja lah.
kedua, dengan anak itu main, teman-teman yang lain ikut main. gak rugi toh.
ketiga, itu ID gw yang dipake, seenggaknya itu buat modal gw, biar seenggaknya tau. Dan anak itu juga ngajarin gw. Kalau gak yang seperti anak-anak itu yang ngajarin gw, siapa lagi?
selama jaga di warnet sebelumnya. Berbulan-bulan gw gak buat ID. Karena gak penting menurut gw waktu itu. Tapi sekarang warnet baru disesuaikan kebutuhan gamenya. Kalau gw gak ngerti sedikit pun, dan anak-anak gak deket ama gw, gimana coba jadinya tuh suasana warnet?
OK, boleh lah kalau memang warnet baru ini kerja sama, bukan milik kakak gw sepenuhnya, jadi gak boleh asal pakai. tapi, sampe gw dibilang KKN lah ama dia. Sebegitunya kah?
Kalau itu yang dia mau, yo wis. Jangan mengharapkan inisiatif gw kedepannya. silakan merasakan seorang anak buah, penjaga warnet yang monoton. Gw sih asyik aja. Gak nambah kerjaan malah. Asal jangan pas lagi inconvenient kayak gini aja, pas lagi convenient, minta lebih... Ogah gw.
Furthermore...!
Jumat, 31 Desember 2010
Kamis, 30 Desember 2010
nothing to talk, but everything to write
fiuh...
Lagi-lagi. Gak tau kenapa dengan diri gw. mungkin gw paham tentang hal ini, paham tentang hal itu, paham tentang sesuatu, cuma satu yang gw kurang paham. Myself.
niat, tapi setengah-setengah
bicara, tapi gak keras
diam, tapi gak tenang
jalan, tapi menunduk
berprinsip, tapi gak konsisten
termenung, tapi gak berpikir
mulai, tapi endingnya gak jelas
Gw benci diri sendiri. Tapi, kalo gw benci diri sendiri, siapa lagi yang cinta diri gw?
ide -ide bagai kilatan melewati kepala gw. Blue Print-nya mungkin bertebangan di kamar gw kalau gw catat. Tapi kalau gw catat, akan kah gw wujudkan?
ironis, setelah post terakhir yang menyatakan excuse, kemudian gw gak post lagi dalam waktu lama.
semua terjadi begitu cepat. begitu banyak yang bisa diceritakan. Gath pertama gw, Warnet gw yang pindah, kehidupan sehari-hari gw yang berbeda, pokoknya banyak deh. Dan akhirnya gw gak tulis sama sekali dari kemarin.
Semua karena gw gak ngerti diri gw sendiri. Lucu bukan?
"What am I going to do?" kata sule. Kata ini gw ulang berkali-kali. berteriak di kepala gw sekeras suporter timnas kemarin menyemarakkan final.
Timnas dan gw, gak beda jauh dari sudut pandang tertentu :/ Furthermore...!
Lagi-lagi. Gak tau kenapa dengan diri gw. mungkin gw paham tentang hal ini, paham tentang hal itu, paham tentang sesuatu, cuma satu yang gw kurang paham. Myself.
niat, tapi setengah-setengah
bicara, tapi gak keras
diam, tapi gak tenang
jalan, tapi menunduk
berprinsip, tapi gak konsisten
termenung, tapi gak berpikir
mulai, tapi endingnya gak jelas
Gw benci diri sendiri. Tapi, kalo gw benci diri sendiri, siapa lagi yang cinta diri gw?
ide -ide bagai kilatan melewati kepala gw. Blue Print-nya mungkin bertebangan di kamar gw kalau gw catat. Tapi kalau gw catat, akan kah gw wujudkan?
ironis, setelah post terakhir yang menyatakan excuse, kemudian gw gak post lagi dalam waktu lama.
semua terjadi begitu cepat. begitu banyak yang bisa diceritakan. Gath pertama gw, Warnet gw yang pindah, kehidupan sehari-hari gw yang berbeda, pokoknya banyak deh. Dan akhirnya gw gak tulis sama sekali dari kemarin.
Semua karena gw gak ngerti diri gw sendiri. Lucu bukan?
"What am I going to do?" kata sule. Kata ini gw ulang berkali-kali. berteriak di kepala gw sekeras suporter timnas kemarin menyemarakkan final.
Timnas dan gw, gak beda jauh dari sudut pandang tertentu :/ Furthermore...!
Langganan:
Komentar (Atom)
